Dalam wawancaranya, Said dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang editor video biasa yang fokus mengejar pendidikan dan mengasah hobi editing video.
“Saya bukan Bjorka, bukan hacker. Sekarang ini masih kejar paket C, baru 2 bulan,” ucap Muhammad Said.
Ia juga menambahkan:
“Saya nggak tahu Bjorka. Tapi malah dituduh sebagai Bjorka. Aktivitas saya sehari-hari hanya ngedit video, nonton YouTube, makan, bukan hacker-hackeran.”
Said, yang tinggal di Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, merasa heran dengan tuduhan tersebut dan mengaku kaget namanya disebut-sebut dalam kasus ini.
Setelah menuduh Said, akun Instagram @volt_anonym mendadak hilang. Berdasarkan informasi, akun tersebut diduga di-report secara massal oleh pengguna lain hingga menyebabkan penangguhannya.
Kontroversi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana era digital membawa tantangan baru, khususnya dalam menjaga integritas dan reputasi.
Meski demikian, solidaritas masyarakat dan dukungan terhadap kebenaran menjadi bukti bahwa keadilan dapat ditegakkan meski di tengah arus informasi yang tak menentu.
Editor : Arbi Anugrah
Artikel Terkait