Tampil Spartan, PSCS Bawa Poin Satu Usai Main Imbang dengan PSIM Yogyakarta

Elde Joyosemito
.
Senin, 12 September 2022 | 07:14 WIB
Dengan kerja keras, PSCS Cilacap sukses menahan imbang tuan rumah PSIM Yogyakarta. Dengan demikian, PSCS membawa satu poin di laga tandang. (Foto: Dok PSCS Cilacap)

YOGYAKARTA, iNewsCilacap.id - Dengan kerja keras, PSCS Cilacap sukses menahan imbang tuan rumah PSIM Yogyakarta. Dengan demikian, PSCS membawa satu poin di laga tandang. 

Laga seru itu tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (11/9/2022) tersebut berakhir imbang 1-1. 

Gol PSIM dicetak oleh Syarif Wijayanto di menit 20. Gol PSIM oleh  Syarif Wijayanto bermula dari tendangan sepak pojok, yang kemudian memanfaatkan kemelut di depan gawang kiper PSCS Anas Fitrianto. Gol balasan diciptakan oleh Mudasir melalui tendangan voli cantiknya di menit 90 atau jelang pertandingan berakhir.

Sepanjang babak pertama, kedua tim menampilkan taktik serangan cukup apik. Bakhan sejak menit awal pertandingan, baik PSCS dan PSIM terus melancarkan jual-beli serangan.

Tim PSCS sebenarnya hampir unggul terlebih dahulu di menit ke 14 lewat peluang yang di peroleh Supriyadi, namun tendangan kaki kanannya masih diatas mistar gawang PSIM.

Pasca gol yang dicetak oleh anak-anak Lasakar Mataram, kedua tim justru lebih banyak bermain di area tengah lapangan. Meski begitu, tercatat beberapa kali serangan PSIM mampu merepotkan lini pertahanan lawan.

Hingga akhir babak pertama, tetapnya di menit ke 44 anak-anak Cilacap hampir saja menyamakan kedudukan lewat peluang yang diperoleh Mudasir, namun tendangan kaki kanannya masih melenceng dari gawang PSIM. 

Sementara PSIM hampir saja menggandakan keunggulan melalui Yudha di menit tambahan waktu, berkat umpan manis dari sisi kiri pertahanan gawang PSCS. Namun sontekannya masih bisa dipatahkan kiper PSCS Anas Fitrianto. 

Dibabak kedua, PSIM justru memilih bermain lebih tenang dan cenderung bertahan. Laskar Mataram lebih banyak memanfaatkan serangan balik dan umpan bola lambung.

PSCS terus meningkatkan intensitas serangannya di babak kedua, anak asuh Hendri Susilo bahkan cenderung bermain ngotot dan mencoba membuat peluang dari belakang. 

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini