Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Rajab, Allah Perintahkan Jangan Berbuat Zalim

Tim iNews.id/ Arbi Anugrah
.
Rabu, 25 Januari 2023 | 07:22 WIB
Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Rajab, Allah Perintahkan Jangan Berbuat Zalim

JAKARTA, iNewsCilacap.id - Bulan Rajab adalah bulan paling istimewa dan penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Bulan Rajab adalah bulan ketujuh dalam hitungan tahun hijriyah. 

Terdapat dalil yang menyatakan jika Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram atau suci. Sebagai bulan mulia, terdapat keistimewaan bulan Rajab, salah satunya diperintahkan agar tidak berbuat zalim.

Ustaz Ahmad Anshori menyebutkan dalil tersebut adalah firman Allah Ta’ala: 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36).

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Rajab, Allah Perintahkan Jangan Berbuat Zalim

Dikutip dari laman Konsultasisyariah, terdapat penjelasan dari Imam Qurtubi rahimahullah terkait ayat di atas, 

خَصّ الله تعالى الأشهر الحرم بالذكر ونهى عن الظلم فيها تشريفًا لها، وإن كان منهيًا عنه في كل الزمان، وعلى هذا أكثر أهل التأويل

Allah mengkhususkan penyebutan bulan-bulan haram ini, serta melarang berbuat dzalim di dalamnya, sebagai bentuk pemuliaan terhadap bulan-bulan itu. Meskipun sejatinya berbuat dzalim dilarang di setiap waktu. Inilah keterangan dari banyak ahli tafsir.(Tafsir Al Qurtubi 8/68, atau pada tafsiran ayat 36 surat At Taubah)

Dan hadis Nabi shallallahualaihi wa sallam dari Abu Bakrah, 

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).

1. Dzulqo’dah

2. Dzulhijjah

3. Muharram 

4. Rajab.

Jadi Rajab salah satu di antaranya. Inilah yang menjadikan Rajab merupakan bulan yang istimewa. Ibadah yang dilaksanakan di dalamnya bernilai besar pahalanya, sebagaimana dosa juga besar nilainya, dibanding yang dilakukan di luar bulan Rajab serta tiga bulan haram sisanya.

Sebagaimana diterangkan oleh Imam Qurtubi dalam kitab tafsirnya, 

فيضاعف فيه العقاب بالعمل السيئ كما يضاعف الثواب بالعمل الصالح

Perbuatan dosa di bulan haram hukumannya dilipat gandakan, sebagaimana pahala amal sholih dilipat gandakan. (Tafsir Al-Qurtubi 8/68)

Ingat, fadilah ini tidak hanya berlaku khusus pada bulan Rajab, akan tetapi pada keseluruhan bulan haram. Umat Muslim tidak boleh mengkhususkan keistimewaan bulan, kecuali berdasarkan dalil. Sementara dalil di atas menyinggung keempat bulan agung tersebut, tak hanya berbicara bulan Rajab.

Wallahua’lam bis showab. 

Editor : Arbi Anugrah

Follow Berita iNews Cilacap di Google News

Bagikan Artikel Ini